Jika kita berbicara tentang iklan, maka pasti kita berbicara juga tentang
advertiser (pemasang iklan) dan
publisher (penerbit iklan).
Advertiser memasang iklan dengan tujuan untuk mempromosikan sebuah merek, produk, atau layanan melalui iklan tersebut sedangkan
publisher menerbitkan iklan dari
advertiser untuk mendapatkan uang.
Karena artikel ini membahas tentang bagaimana cara memonetasikan aplikasi
mobile melalui iklan, maka saya akan membahas tentang iklan dari sisi
publisher.
Publisher juga adalah sebutan untuk pengembang aplikasi yang memasang iklan di aplikasinya.
Kebanyakan pengembang aplikasi saya yakin sudah mengetahui tentang
iklan sebagai model monetasi. Namun, untuk benar-benar memaksimalkan
penghasilan dari iklan perlu pengetahuan yang mendalam dan tidak semudah
yang ada dipikiran kebanyakan pengembang aplikasi pemula. Ditambah lagi
tiap model iklan memiliki strategi masing-masing untuk pemanfaatannya.
Istilah dalam Iklan
Sebelum lanjut mendalami tentang iklan, penting untuk memahami
terlebih dahulu istilah-istilah yang digunakan dalam dunia periklanan di
aplikasi mobile. Istilah-istilah ini mungkin akan membuat bingung
pengembang aplikasi apalagi jika sebelumnya belum pernah berpengalaman
di dunia iklan.
Selain istilah
advertiser dan
publisher yang sudah dijelaskan artinya di awal artikel ini, beberapa istilah yang sering dilihat di dunia iklan adalah sebagai berikut:
Audience
Seseorang atau sebuah grup yang ditargetkan oleh advertiser untuk iklannya. Audience biasanya diukur melalui seperti umur, jenis kelamin, profesi, dan kewarganegaraan.
Click-to-Call
Pengguna ponsel secara otomatis menginisiasikan panggilan telepon ke nomor tertentu ketika mengklik sebuah link di iklan.
Click-Through
Proses di mana pengguna ponsel diarahkan ke sebuah landing page ketika mengklik sebuah link di iklan.
Click-Through Rate (CTR)
Cara untuk mengukur kesuksesan sebuah kampanye iklan di online ataupun mobile. CTR dihitung dengan banyaknya pengguna yang mengklik iklan dibagi dengan berapa kali iklannya ditayangkan.
Cost Per Mille / Cost Per Thousand (CPM)
Harga yang dibayarkan oleh advertiser ke publisher untuk penayangan iklan sebanyak 1.000 kali.
Cost Per Click (CPC)
Harga yang dibayarkan oleh advertiser tiap satu klik di iklan oleh pengguna ponsel yang dihasilkan oleh publisher.
Effective Cost Per Thousand (eCPM)
Sebuah ukuran yang merepresentasikan penghasilan yang
dihasilkan dari berbagai kanal marketing. eCPM dihitung dengan total
penghasilan dibagi dengan total impression dalam seribu.
Fill Rate
Persentase seberapa banyak iklan ditampilkan ke pengguna ponsel tiap iklan diminta oleh publisher.
Impression
Seberapa banyak iklan dilihat oleh pengguna
Landing Page
Halaman pertama yang dilihat oleh pengguna ponsel setelah mengklik sebuah iklan
Tracking
Cara untuk menilai performa sebuah aplikasi mobile atau kampanye iklan
Daftar istilah diatas didapatkan dari Adfonic dan MMA. Untuk melihat daftar istilah lebih lengkapnya, bisa melihat dokumen
Mobile Marketing Industry Glossary dari MMA atau di situs Adfonic.
Model Iklan
Model iklan untuk aplikasi
mobile saat ini sudah berbagai macam bentuknya mulai dari model
banner biasa hingga
offer wall. Beberapa model iklan untuk aplikasi
mobile
ada yang mengikuti standar iklan dari Mobile Marketing Association
(MMA) namun ada juga model iklan yang tidak mengikuti standar tergantung
dari penyedia layanan iklannya.
Format iklan yang umum digunakan saat ini biasanya berformat teks,
gambar, video, aplikasi, atau HTML. Tiap format iklan biasanya
masing-masing lebih sering digunakan untuk model iklan tertentu misal
teks dan gambar lebih sering digunakan di model iklan
banner standar.
Agar pembahasan tidak terlalu lebar, mari kita telisik beberapa model iklan populer saja untuk saat ini yaitu:
banner standar,
interstitial banner,
offer wall, dan
floating banner.
Banner Standar
Banner standar adalah banner yang menutupi sebagian kecil area di aplikasi kita. Iklan model ini paling umum ditemukan di aplikasi mobile. Pemposisian banner standar biasanya di letakkan di bagian bawah atauapun bagian atas sebuah aplikasi. Format iklan yang paling umum dalam banner standar adalah teks atau gambar.
Floating Banner
Mirip dengan banner standar namun perbedaan yang paling mencolok dari floating banner adalah banner-nya mengambang dan tetap muncul di suatu area tertentu dalam aplikasi walaupun pengguna aplikasinya melakukan operasi scrolling. Biasanya, floating banner dapat ditutup secara otomatis setelah sekian waktu atau ditutup secara manual oleh pengguna aplikasi.
Interstitial Banner
Interstitial banner saat ini sedang populer di banyak layanan penyedia iklan, hal ini dikarenakan intestitial banner
dikabarkan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar bagi pengembang aplikasi dibandingkan model lainnya.
Interstitial banner
biasanya muncul ketika terjadi transisi dalam sebuah aplikasi. Format
iklan yang biasa ditemukan dalam interstitial banner adalah gambar,
video, atau HTML.
Offer Wall
Bagi yang sering memainkan game di ponsel pintar semacam iOS atau Android. Kemungkinan besar pernah mendapatkan offer wall ketika bermain game. Offer wall
adalah model iklan di mana terdapat sebuah daftar yang biasanya berisi
aplikasi-aplikasi yang dapat diunduh oleh pengguna aplikasi untuk
mendapatkan suatu hadiah.
Beberapa format iklan populer (dari kiri ke kanan): banner standar, interstitial banner, offer wall, floating banner
Untuk melihat lebih detail tentang model-model iklan yang ada saat ini, bisa dilihat di
MobileTheory,
Flurry, atau di
MMA.
Strategi Meraup Untung dari Iklan
Dua hal yang menjadi poin paling penting untuk diperhatikan dalam
memaksimalkan pendapatan dari iklan menurut saya adalah: jumlah pengguna
baru dan jumlah pengguna aktif. Hal ini sebetulnya penting juga untuk
model monetasi lain, namun untuk model iklan ini sangat penting.
Tiap kali pengguna mengklik sebuah iklan dalam aplikasi kita,
biasanya pengembang aplikasi hanya mendapat sedikit uang per kliknya.
Oleh karena itu untuk mengatasi hal ini, diperlukan banyak pengguna
aplikasi kita agar dapat meraup pendapatan dalam jumlah yang besar.
Untuk dapat menarik banyak pengguna dan meningkatkan pengguna aktif,
pengembang aplikasi dapat melakukan berbagai macam hal mulai dari
promosi aplikasi, mendesain materi promo aplikasi semenarik mungkin,
membuat aplikasinya secara berkualitas, hingga terus memperbaharui
aplikasinya.
Beberapa poin penting lainnya yang harus diperhatikan untuk iklan
adalah pemposisian iklan, penyedia layanan iklan yang digunakan, dan
konten iklan itu sendiri. Untuk melihat seberapa penting pemposisian
iklan, mari kita lihat kasus di bawah ini:
Kasus 1: Iklan interstitial banner ditempatkan ketika terjadi transisi dari menu utama ke menu berikutnya
Kasus 2: Iklan interstitial banner ditempatkan ketika pengguna menutup aplikasi
Dari kedua kasus di atas, saya yakin kasus 1 akan menghasilkan jumlah
penampilan iklan yang lebih banyak dibanding kasus 2. Hal ini karena
pengguna ponsel jarang menutup aplikasi secara manual dari dalam
aplikasi, terutama untuk Android di mana pengguna cukup menekan tombol
home pada ponsel untuk keluar dari aplikasi sehingga iklan tidak sempat ditayangkan jika dipasang pada transisi penutupan aplikasi.
Untuk penyedia
layanan iklan, pilih yang benar-benar dapat menyajikan banya iklan dan
menampilkan iklan yang menarik sehingga pengguna lebih mau untuk
mengklik. Konten iklan yang ditampilkan pun sebisa mungkin disesuaikan
dengan target pengguna, jangan aplikasinya tentang agama namun iklannya
menampilkan konten dewasa.
Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu
mengeksploitasi iklan seperti menempatkan terlalu banyak iklan. Hal
seperti ini akan membuat pengguna menjadi malas untuk menggunakan
aplikasinya. Kasus ini mungkin tidak berlaku jika pengguna benar-benar
sangat membutuhkan aplikasinya.
Sebagai referensi tambahan dan untuk berdiskusi tentang iklan
(terutama bagi pengembang aplikasi Android), dapat mengunjungi forum
Making Money with Android. Di situ banyak dibahas tentang iklan dan para pengembang aplikasi banyak yang berbagi pengalaman mereka.
Contoh Aplikasi: Paper Toss
Paper Toss, sebuah
game keluaran Backflip Studios, sangat
terkenal di awal-awal munculnya Android dan iOS. Model permainanannya
sangat sederhana di mana pemain ditantang untuk melempar kertas yang
diremas ke tong sampah. Untuk sedikit mempersulit pemain, terdapat kipas
angin untuk mengganggu laju kertas yang dilempar.
Paper Toss terbukti sukses di pasar dan berhasil menarik banyak
peminat. Untuk mengkonversi pemain Paper Toss menjadi pemasukan,
Backflip Studios menggunakan iklan dari Google AdMob di dalam Paper
Toss.
Model iklan yang digunakan oleh Backflip Studios adalah
interstitial banner dan
banner standar.
Banner standar diletakkan di bagian atas tampilan ketika
game berlangsung sedangan
interstitial banner diletakkan tiap pemain melakukan transisi dari tampilan permainan ke menu utama.
Penempatan iklan di game Paper Toss
AdMob
melaporkan bahwa pada tahun 2010, Backflip Studios sudah mendapatkan
lebih dari $100.000 per bulannya melalui iklan dari AdMob dan
bertanggung jawab untuk 50% dari total pendapatan yang didapatkan oleh
Backflip Studios.